Senin, 22 Januari 2018

PENGAMATAN TIKUSAN KERDIL (Zapornia pusilla) DAN MANDAR BONTOD (Gallicrex cinerea) DI PERSAWAHAN RANCA EKEK, JAWA BARAT

(Observation Baillon’s Crake (Zapornia pusilla) and Watercock (Gallicrex cinerea) in the rice field Ranca Ekek, Bandung, West Java)
Foto 1. Tikusan kerdil melakukan aktifitas di persawahan Ranca Ekek (@Fachry NM.)
Selama melakukan pengamatan burung di Jawa, salah satu obsesi saya ingin menjumpai Mandar Bontod, mengingat burung ini sangat sulit dijumpai saat ini. Padahal beberapa tahun silam masih sering dijumpai, walaupun tidak umum.
Petualangan pencarian ini sudah saya lakukan di beberapa tempat di pesisir pantai utara Jawa. Saya memilih kawasan tersebut karena saya mendapat informasi saat musim migran burung dari utara khatulistiwa, Mandar Bontod banyak dijumpai di kawasan tersebut. Tetapi kenyataannya saya tidak pernah menjumpainya selama mengunjungi beberapa tempat di kawasan tersebut.  Pencarian burung ini juga saya lakukan dibeberapa rawa dan lahan persawahan lain di Jawa Barat, juga tidak menjumpainya.

Kamis, 04 Januari 2018

PENGAMATAN BERKIK KEMBANG BESAR (Rostratula benghalensis) DI PERSAWAHAN DESA PINEDAPA POSO SULAWESI TENGAH

(OBSERVATION GREATER PAINTED SNIPE (Rostratula benghalensis) IN THE RICE FIELD OF PINEDAPA VILLAGE, POSO, CENTRAL SULAWESI)
Foto : kondisi persawahan Desa Pinedapa pada masa dibajak. Kondisi seperti ini jika diselingi    
           vegetasi kadang dijumpai Berkik-Kembang Besar
Pagi, 29 Juli 2010 pagi saat saya sibuk memotret sepasang Anas superciliosa dan satu individu Galinulla chloropus di lahan persawahan yang masih ditumbuhi herba Cyperus rotundus Desa Pinedapa (dekat Kasiguncu, Poso), tiba-tiba dikagetkan sepasang burung rawa terbang pendek, menghindari saya. Awalnya saya mengira Galliralus philippensis, yang umum dijumpai di persawahan ini. Tetapi setelah meneropong, saya kaget karena ternyata burung tersebut sepasang Berkik-kembang Besar Rostratula benghalensis, yang selama ini sudah lama saya cari, setelah diketahui jenis ini juga terdapat di Sulawesi.

Minggu, 10 Desember 2017

PENGAMATAN JALAK PHILIPINA (Agropsar philippensis) DI LEMBAH PALU DAN BANDUNG

Foto Jantan Agropsar philippensis teramati di Bandung
Pada 29 Desember 2006 pagi saya, Dadang Dwi Putra dan Rahman  berangkat menuju selatan Kota Palu, melakukan pengamatan burung di hutan mangrove Lompio, Desa Maranata. Tujuan kami mencari Cacatua sulphurea yang pernah dijumpai Moh. Ihsan Nur Mallo (KPB. Spilornis-Palu) di tempat ini. Sekaligus melihat langsung hutan mangrove unik ini. Unik, karena hutan mangrove ini terdapat  pada daerah yang  jaraknya kurang lebih 20 km dari pesisir pantai, sementara hutan mangrove diketahui hanya terdapat di pesisir pantai.
Kami tiba di hutan ini matahari sudah terasa menyengat, karena waktu menunjukan jam 10.00. Setiba di hutan ini kami masih menjumpai cukup banyak jenis burung, terutama penghuni hutan monsoon, seperti Streptopelia tranquebarica, Streptopelia chinensis, Centropus bengalensis, satu individu Eudynamis orientalis muda,  Hypotaenidia philippensis, kawanan kecil Aplonis panayensis, kawanan Lonchura molluca, Lonchura punctulata, Lonchura atricapilla dan Lonchura Pallida. Dari jarak jauh kami mendengar kawanan burung beterbangan sangat banyak, lalu hinggap di pohon mangrove di dalam vegetasi hutan, sambil mengeluarkan suara ribut, yang mengganggu pendengaran kami. Kami tidak menghiraukan kawanan burung ini, karena kami mengira mungkin hanya kawanan Scissirostrum dubium dan Aplonis panayensis. Kami sibuk mengamati burung lain.

Minggu, 03 Desember 2017

PENGAMATAN BURUNG DI TAMBAK IKAN DESA TAWANG SARI, CIREBON, PANTAI UTARA JAWA

Saat tinggal di Sulawesi, saya tertarik membaca pada beberapa jurnal mengenai kelimpahan populasi burung pantai dan burung rawa di pesisir pantai utara Jawa, terutama di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon saat musim pengunjung burung dari utara ke selatan khatulistiwa.  Tambak ikan dan udang, pesisir pantai berlumpur, rawa dan persawahan merupakan areal favorit dikunjungi burung-burung tersebut.
Saat bertugas di Bogor, saya semakin penasaran dengan keberadaan burung-burung pantai dan burung rawa di pantai utara Jawa. Untuk itu pada tahun 2012 dan 2013 saya mengunjungi empat kali beberapa tambak dan pesisir pantai di Marunda, Indramayu dan barat Cirebon saat musim kunjungan burung-burung dari utara khatulistiwa. Dari seluruh tempat yang saya kunjungi, saya menjumpai sangat sedikit burung-burung pantai, burung laut dan burung rawa.  Sepertinya populasi burung-burung tersebut menurun drastis.  

Minggu, 26 November 2017

PERKEMBANGBIAKAN ELANG SULAWESI (Nisaetus lanceolatus)

Juvenile Elang Sulawesi
Sekilas Elang Sulawesi
Elang Sulawesi merupakan jenis burung endemik Sulawesi. Termasuk dalam marga Nisaetus, yang merupakan kelompok elang hanya beranggotakan sembilan jenis. Pusat penyebaran anggota Nisaetus terbatas di Semenanjung Malaysia, Sunda Besar, Philippina, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Kecuali dua jenis;  N. nipalensis, tersebar luas ke timur laut  Pakistan, sekitar Himalaya, Rusia timur jauh, timur dan timur laut Cina, Korea, Jepang, Taiwan, Asia Tenggara  dan C. Cirrhatus ke Asia Tenggara hingga subcontinental India. Data genetik baru-baru ini, menempatkannya berkerabat erat dengan jenis di Philippina  (N. philippensis dan N.  pinskeri) dan  C. Cirrhatus (del Hoyo, J. et al.,  2014).
Elang Sulawesi tersebar luas meliputi hampir seluruh daratan Sulawesi, termasuk beberapa pulau satelitnya; Bangka, Lembeh, Kepulauan Banggai, Kepulauan Sula, Muna, Buton (Mallo, dkk., 2017). Dari pesisir pantai hingga ketinggian 2610 m (G. Rorekatimbu, TN. Lore Lindu)(Mallo, 2015). Tetapi tidak umum di jumpai di seluruh tempat penyebarannya.