Tampilkan postingan dengan label Lokasi Pengamatan Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lokasi Pengamatan Burung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 April 2025

PENGAMATAN BURUNG DI TAMBAK DESA MAPANE, MASAMBA DAN MASANI, KABUPATEN POSO, SULAWESI TENGAH

Oleh Fachry Nur Mallo
Gambar 1. Anas gibberifrons di Tambak Desa Mapane

Deskripsi singkat Tambak

Tambak Desa Mapane, Desa Masamba, dan Desa Masani terletak di pesisir (Teluk Tomini), Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, berjarak 11 km dari Kota Poso. Tambak ini saling bersambung membentuk satu hamparan seluas + 1000 ha (berdasarkan perkiraan perhitungan google map). Tambak ini merupakan area budidaya ikan bandeng dan udang, tetapi dominan ikan bandeng.

Di sekitar tambak masih banyak tersisa vegetasi alami. Vegetasi ini didominasi hutan mangrove. Hutan ini sengaja disisakan berfungsi untuk mencegah terjadinya abrasi air laut terhadap tambak. Selain itu, juga masih banyak dijumpai tumbuhan pohon tinggi alami, terutama Ficus spp., serta tumbuhan semak, yang relatif berukuran pendek. Di sekitar tambak terdapat lahan budidaya, dominan ditanami kelapa (Cocos nucifera), Musa sp. dan palawija. Di Desa Masani area tambak berbatasan langsung dengan area persawahan cukup luas, selain hutan mangrove, dan vegetasi semak dan lahan budidaya. Di tepi tambak terdapat area kompleks bandar Udara Kasiguncu, dan sedikit pemukiman, dan tempat ternak ayam broiler.

Kamis, 16 November 2023

CATATAN BERSARANG DARA-LAUT KECIL (STERNULA ALBIFRONS) DI TAMBAK IKAN DESA BAINAA, TINOMBO, SULAWESI TENGAH

Oleh: Fachry Nur Mallo

Gambar 1. Foto dua induk Sternula albifrons dekat sarang

Pendahuluan

Sternula albifrons diketahui berbiak di Ghana, Gabon, Niger, Mauritania, Senegal, Teluk Persia, utara India, Sri Lanka, Eropa, Russia, Cina, Jepang, Asia Tenggara, Philippina, Indonesia, Australia, Tasmania, Solomon, Mikronesia, barat daya Pasifik, Hawaii. Musim dingin berkunjung ke selatan khatulistiwa (del Hoyo & Collar 2014), termasuk ke Sulawesi.  Pada Agustus 1985 Duke menemukan populasi kecil residen (+ 70 pasang) bercampur populasi migran dari Palaearctic dan/atau Australia di muara Sungai Morowali. Penduduk desa setempat juga memanen beberapa telur (Andrew & Holmes 1990). Temuan Duke satu-satunya catatan berbiak di Sulawesi, sebelum penulis menjumpai di Tambak Ikan Desa Bainaa. Tetapi foto sarang dan telur burung ini tidak tersedia saat itu, sehingga mungkin foto penulis pertama di Sulawesi. 

Selasa, 31 Oktober 2023

CATATAN BERSARANG CEREK JAWA (CHARADRIUS JAVANICUS) DI TAMBAK GARAM TALISE, PALU: CATATAN BARU DI SULAWESI

Oleh: Fachry Nur Mallo

Gambar 1. Charadrius javanicus sedang mengerami telur, di Tambak Garam Talise, Palu

Pendahuluan

Awalnya Charadrius javanicus diketahui endemik Jawa dan Bali, tetapi saat ini ditemukan tersebar di tempat lain; di Sumatera, Bangka, Belitung, Sulawesi, Nusa Tenggara, Singapura, dan Timor Leste. Umum di Jawa, Bali, jarang di Sumatera (Taufiqurrahman dkk. 2022), dan juga dijumpai di Maluku Utara (Putra 2023). Di Sulawesi hanya dijumpai di daratan Sulawesi; di tambak ikan dekat Makassar pada September 2007 dan September – Oktober 2009 (Mallo 2023), tambak garam Talise, Palu, tambak ikan Desa Bega/Mapane dan Desa Masani, Poso, dan tambak ikan Desa Bainaa, Tinombo (Mallo 2023A).

Jumat, 11 Agustus 2023

CATATAN BARU TEMPAT PENYEBARAN CEREK JAWA (CHARADRIUS JAVANICUS) DI SULAWESI

Oleh: Fachry Nur Mallo

Gambar 1.  Foto Charadrius javanicus di Tambak Garam Talise, Palu

Pendahuluan

Awalnya diketahui endemik endemik Jawa dan Bali, tetapi saat ini ditemukan tersebar di tempat lain; di Sumatera, Bangka, Belitung, Sulawesi, Nusa Tenggara, Singapura, dan Timor Leste. Umum di Jawa, Bali, jarang di Sumatera (Taufiqurrahman dkk. 2022). Di Sulawesi, sebelumnya hanya dijumpai di daratan Sulawesi sebanyak dua kali; di tambak ikan dekat Makassar pada September 2007 dan September-Oktober 2009 (Mallo 2023).

Minggu, 11 Juni 2023

CATATAN BERBIAK MANYAR JAMBUL (Ploceus manyar) DI DESA MPANAU, KABUPATEN SIGI, LEMBAH PALU

Oleh: Fachry Nur Mallo dan Dadang Dwi Putra
Gambar 1. Foto Ploceus manyar betina di tempat pengamatan

Pengantar

Ploceus manyar resmi telah tercatat terdapat di Sulawesi, karena telah ditemukan berbiak di banyak tempat. Di daratan Sulawesi spesies ini berbiak di Semenanjung baratdaya (Makassar dan sekitarnya) dan Lembah Palu.

Tetapi walaupun demikian hasil penelitian mengenai berbiak spesies ini belum pernah dilakukan, dan bahkan sekedar catatan pengamatan belum tersedia. Sehingga data berbiak spesies ini di Sulawesi belum ada, kecuali hanya data catatan pengamatan lokasi dan waktu berbiak, tetapi data kondisi tempat berbiak, sarang dan pohon sarang, dan perilaku berbiak belum tersedia.

Mengingat kondisi tersebut, maka penulis menulis catatan pengamatan berbiak spesies ini di Desa Mpanau, Kabupaten Sigi, agar dapat mengisi kekosongan data berbiak spesies ini di Sulawesi.

Selasa, 25 April 2023

STATUS PERENJAK JAWA (PRINIA FAMILIARIS) DI SULAWESI

Oleh: Fachry Nur Mallo

Gambar 1.  Prinia familiaris

Pendahuluan

Prinia familiaris tersebar terbatas; endemik di Sumatra, Jawa dan Bali. Juga dilaporkan di Kalimantan dan Lombok. Cukup umum di Sumatra dan Bali, tetapi sangat jarang di Jawa (Atlas Burung Indonesia 2020). Laporan di Kalimantan dan Lombok mungkin introduksi. Di Sulawesi, penulis juga telah menjumpai di beberapa tempat di Lembah Palu, dipastikan introduksi dari luar Sulawesi.

Merupakan penghuni habitat terbuka, pemukiman, rawa dan semak hingga ketinggian 1.500 m. Mencari makan di semak, dahan rendah hingga pucuk pohon. Kadang sambil menegakkan ekor (Atlas Burung Indonesia 2020).

Selasa, 08 Desember 2020

CATATAN BURUNG DI LEMBAH PALU, SULAWESI TENGAH

(Birds Note in Palu Valley, Central Sulawesi)

Oleh Fachry Nur Mallo

Gambar 1.  Foto Merops philippinus di dekat Kampus Untad

PENDAHULUAN

Geologi, Geomorfologi dan iklim

Lembah Palu merupakan sebuah lembah yang membentang cukup luas memanjang dari arah Selatan menuju ke bagian Utara di jantung Sulawesi.  Dari Kecamatan Sigi Biromaru, Kecamatan Dolo dan Kecamatan Maravola pada bagian selatan, hingga Kecamatan Sindue pada Bagian Utara. 

Lembah ini terletak tepat di atas sesar Palu-Koro, sesar utama Sulawesi yang memanjang dari Teluk Bone membelah bagian tengah Sulawesi hingga Laut Sulawesi.  Sesar ini merupakan salah satu sesar sangat aktif di Indonesia.  Hal ini menyebabkan aktivitas vulkanis  sering terjadi di lembah ini.  Dari seluruh tempat sepanjang sesar ini, penduduk yang menghuni Lembah Palu yang paling menderita, karena sering mengalami bencana vulkanis akibat pergerakan sesar ini.  Masih terbayang diingatan kita pada September 2018 lalu, akibat aktivitas sesar ini memicu terjadinya tsunami, likuifaksi dan tanah longsor di Kota Palu dan sekitarnya yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia.

Jumat, 02 Oktober 2020

BUKU BURUNG RAWA LOWO DAN SEKITARNYA

Alhamdulillah cita-cita saya menulis buku Burung Rawa Lowo dan sekitarnya, telah rampung saya selesaikan. Buku ini masih dalam persiapan untuk dicetak terbatas (beserta ISBN). Mengingat nilai penting buku ini untuk diketahui publik, terutama bagi yang saat ini berencana survei dan hunting burung di tempat tersebut, maka saya memutuskan untuk mengupload di blog saya.

Jika mendengar nama Rawa Lowo, pasti banyak yang merasa asing.  Rawa ini kurang dikenal karena terletak pada daerah terpencil di Morowali Utara. Belum ada data resmi luasnya. Tetapi rawa ini jika musim hujan akan membentuk genangan air seperti danau, yang luasnya menurut hasil perhitungan penulis 1500 ha. Perhitungan ini dilakukan berdasarkan google map, dengan melihat ketinggian, tipe vegetasi, dan areal terdampak banjir.

Rawa Lowo dan sekitarnya, merupakan salah satu areal lahan basah penting di Sulawesi sebagai habitat burung.  Tidak kalah penting dengan Rawa Aopa di Taman Nasional Rawa Aopa-Watumohai, Danau Tempe dan Danau Limboto, yang sudah dikenal. Nilai penting rawa ini, karena dapat menjadi contoh perwakilan terbaik dan terluas bagi habitat burung lahan basah pada daerah ultra bassis Sulawesi.  Selain itu, juga mempunyai nilai konservatif  bagi beberapa jenis burung terancam punah, terutama sembilan jenis: Mycteria cinerea, Ciconia episcopus, Rhabdotorrhinus exarhatus dan Rhyticeros cassidix, yang dikategorikan IUCN Rentan (Vulnerable), Anas gibberifrons, Anhinga melanogaster, Ninox ochracea, Ichtyophaga ichthyaetus dan Loriculus exilis  dikategorikan Hampir Terancam (Near Threatened). Ciconia episcopus melimpah populasinya, mungkin rawa ini memiliki populasi tertinggi jenis ini setelah Rawa Aopa di Sulawesi, atau mungkin juga jumlahnya sama.

Senin, 28 September 2020

PENGGUNAAN RELUNG HABITAT BURUNG DI KOTA BANDUNG: PENGAMATAN DI TAMAN MALUKU DAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN SUKAMISKIN

 Oleh Fachry Nur Mallo

Gambar 1. Pycnonotus aurigaster di Taman Maluku

PENDAHULUAN

Jenis burung yang terdapat di Kota Bandung cukup tinggi, karena di kota ini masih memiliki areal bervegetasi cukup luas di beberapa tempat.  Areal tersebut sebagian tersebar di taman-taman kota. Selain itu, juga pada areal halaman rumah, halaman perkantoran dan ruang publik yang juga ditanami tumbuhan, baik jenis tumbuhan semak maupun tumbuhan tinggi.

Penggunaan relung habitat burung di Kota Bandung merupakan suatu obyek kajian menarik, obyek ini jarang diketahui.  Kegiatan survei dan pengamatan lebih sering dilakukan untuk inventarisasi jenis dan populasinya.

Minggu, 02 Agustus 2020

CATATAN JENIS BURUNG DAN PENGGUNAAN RELUNG AREAL PERSAWAHAN SEKITAR PEMUKIMAN RANCA EKEK, BANDUNG


Oleh: Fachry Nur Mallo
Pendahuluan
Persawahan di Ranca Ekek memiliki areal cukup luas, yang bersambung dengan rawa yang cukup luas. Rawa ini letaknya cukup jauh dari pemukiman sehingga tidak mencakup dalam pembahasan tulisan ini.  Penulis hanya membatasi membahas jenis-jenis burung yang melakukan aktifitas di areal persawahan dan areal rawa di sekitar permukiman, dan disekitarnya ramai dengan aktifitas manusia dan kendaraan.
Gambar 1. Glareola maldivarum, migran dari Australia saat musim dingin
Vegetasi rawa umumnya terbentuk di sekitar areal persawahan ini, dan dibeberapa tempat saling bercampur.  Jenis tumbuhan di areal ini didominasi vegetasi Typha sp, Ipomea aquatica, Otellia spp., Monochoria sp. dan Colocasia sp., selain padi (Oryza sativa) sebagai tanaman utama.  Tanaman yang lebih tinggi dijumpai Bambusa sp., Senna sp. dan Lannea coromandeliana.

Senin, 08 Juli 2019

STATUS KEBERADAAN TRULEK JAWA (VANELLUS MACROPTERUS); KOMPARASI DENGAN SURVIVAL LIMA SPESIES BURUNG SULAWESI

Gambar 1: Sketsa sepasang Vanellus macropterus @ Fachry Nur Mallo
Vanellus macropterus merupakan endemik Jawa, belum tercatat sejak 1940 hingga sekarang. Sejak tahun 2001 hingga 2012 telah dilakukan survei mencari keberadaannya, tetapi tidak dijumpai. Banyak ornitolog berpendapat populasi burung ini masih ada, terbatas pada tempat terpencil belum diketahui, tetapi sebagian berpendapat telah punah. IUCN menetapkan statusnya “kritis” (critically endangered) dalam kategori burung terancam punah. 
Saat ini data Vanellus macropterus sangat sedikit tersedia, sehingga burung ini cenderung menjadi misteri saat ini. Oleh karena itu apapun survei, penelitian dan telahaan dilakukan terhadap burung ini akan sangat bermanfaat.
Saya juga mencoba melakukan telahaan status burung ini yang sifatnya hipotesis, dengan membandingkan survival lima spesies burung Sulawesi (Cacatua sulphurea, Ciconia episcopus, Tachybaptus ruficollis, Corvus unicolor dan Eutrichomyias rowleyi), saya duga memiliki kesamaan dengan burung ini dalam survival. Saya juga menulis survei yang dilakukan mencari burung ini, kondisi habitat dan sekilas tingkah lakunya, ornitolog dulu pernah menjumpai burung ini, penyebab menurun populasi/punah, dugaan keberadaannya saat ini dan rekomendasikan dilakukan saat ini. Saya sangat mengharap semoga tulisan ini akan bermanfaat bagi siapa saja yang mempunyai perhatian terhadap burung ini, atau secara umum burung-burung di Jawa.

Jumat, 02 Februari 2018

PENGAMATAN BURUNG DI MUARA TAWAR, BEKASI, JAWA BARAT

(Birdwatching in Muara Tawar, Bekasi, West Java)
Foto 1 Ribuan Plegadis falcinellus terbang membentuk kelompok besar
Akhir September 2014 Bang Golkariadi menceriterakan kepada saya adanya sebuah tempat diperbatasan antara Bekasi dan Jakarta, banyak dijumpai burung air, namanya Muara Tawar. Nama ini masih terasa asing bagi saya sebagai lokasi habitat burung. Dugaan saya Bang Golkariadi telah menemukan lokasi baru habitat burung air.  Mungkin tempatnya terpencil sehingga luput dari jangkauan pengamat burung.  Karena alasan ini menyebabkan saya tertarik saat Bang Golkariadi mengajak ke tempat tersebut. Ditambah lagi dia berceritera dengan penuh semangat tentang melimpahnya burung air di tempat itu.

Minggu, 03 Desember 2017

PENGAMATAN BURUNG DI TAMBAK IKAN DESA TAWANG SARI, CIREBON, PANTAI UTARA JAWA

Saat tinggal di Sulawesi, saya tertarik membaca pada beberapa jurnal mengenai kelimpahan populasi burung pantai dan burung rawa di pesisir pantai utara Jawa, terutama di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon saat musim pengunjung burung dari utara ke selatan khatulistiwa.  Tambak ikan dan udang, pesisir pantai berlumpur, rawa dan persawahan merupakan areal favorit dikunjungi burung-burung tersebut.
Saat bertugas di Bogor, saya semakin penasaran dengan keberadaan burung-burung pantai dan burung rawa di pantai utara Jawa. Untuk itu pada tahun 2012 dan 2013 saya mengunjungi empat kali beberapa tambak dan pesisir pantai di Marunda, Indramayu dan barat Cirebon saat musim kunjungan burung-burung dari utara khatulistiwa. Dari seluruh tempat yang saya kunjungi, saya menjumpai sangat sedikit burung-burung pantai, burung laut dan burung rawa.  Sepertinya populasi burung-burung tersebut menurun drastis.  

Rabu, 15 November 2017

PESONA AVIFAUNA RAWA LOWO, DI MOROWALI UTARA

Sudah enam tahun lebih saya meninggalkan Morowali, Sulawesi Tengah, setelah  sebelumnya  menetap di daerah tersebut selama empat tahun enam bulan, kurun waktu 2006 - 2011.
Seminggu yang lalu saya membuka foto-foto, yang sempat saya abadikan selama tinggal di Morowali Utara. Saya fokus melihat foto-foto di sebuah rawa yang eksotik, namanya Rawa Lowo. Rawa ini letaknya kurang lebih 17 atau 20 km dari Kolonodae, tempat saya tinggal selama di Morowali Utara.
Melihat foto foto tersebut saya menyadari ternyata pemandangan di Rawa Lowo sangat mempesona dan mengagumkan. Kehidupan faunanya sangat kaya (terutama avivauna). Sayang, saat mengunjungi Rawa Lowo saya belum lama membeli camera SLR ditambah kemampuan saya memotret masih minim serta motivasi saya tidak setinggi saat ini.

Rabu, 22 Agustus 2012

PENGAMATAN BURUNG DI PULAU PELENG KEPULAUAN BANGGAI, SULAWESI TENGAH


Pulau Peleng bersama Pulau Banggai, Pulau Labobo, Pulau Bangkurung, Pulau Bowokan dan Kepulauan Sula (terdiri Pulau Taliabu, Pulau Mangole dan Pulau Sanana)  merupakan daerah  penghubung dua kawasan hewan penting, yaitu Kawasan Sulawesi dan Maluku; karena kedua kawasan tersebut memiliki jenis hewan yang berbeda, dan terletak sangat dekat disisi barat Garis Weber; yang merupakan garis batas penyeimbang antara hewan Kawasan Oriental dan Kawasan Australo-Papuan, maka tak heran jenis hewan yang ada di kawasan ini merupakan percampuran antara jenis hewan Kawasan Oriental dan Kawasan Australo-Papuan.
Karena terletak pada berbatasan antara Pulau Sulawesi dan Kepulauan Maluku, sehingga di Pulau Peleng dijumpai jenis burung asli Sulawesi yang bercampur dengan jenis burung  asli Kepulauan Maluku. Jenis-jenis burung asli Sulawesi yang dijumpai seperti Spizaetus lanceolatus, Accipiter griseiceps, Ducula luctuosa,  Ptilinopus superbus,  dan Turacoena manadensis.  Jenis-jenis  burung asli Kepulauan Maluku yang dijumpai di Pulau Peleng seperti Loriculus amabilis, Alisterus amboinensis, Otus magicus dan Aplonis mysolensis.