Sabtu, 28 Januari 2023

SISTEM KONSERVASI MACROCEPHALON MALEO: KAJIAN KONSERVASI DILAKUKAN BAPAK Hi. SUN DI DESA WOSU, KABUPATEN MOROWALI

Oleh: Fachry Nur Mallo1, Mahdar2 dan Moh. Ihsan Nur Mallo3

Gambar 1.  Macrocephalon maleo sedang mengali sarang di tempat bertelur dibangun Bapak Hi. Sun (Sumber Foto: Mahdar)

Kamis, 29 Desember 2022

EVOLUSI DAN FILOGENI MACROCEPHALON MALEO DAN KERABATNYA (MEGAPODIIDAE)

Oleh: Fachry Nur Mallo
Gambar 1. Foto Macrocephalon maleo sedang mengali lubang sarang
Pengantar 
    Pada pertengahan 2021 saya membaca tulisan Michaux (2010) menjelaskan bahwa Macrocephalon maleo adalah basal untuk clade di megapoda Australia-New Guinea, dan merupakan evolusi paling awal dari semua megapoda yang ada. Membacanya penulis sangat senang dan semakin mengagumi burung ini. Sejak saat itu penulis berasumsi bahwa burung ini merupakan leluhur semua jenis megapoda. Dengan demikian pusat tempat evolusi megapoda berada di Sulawesi, hal ini wajar karena leluhur Megapoda pasti dari Asia (berasal dari Galliformes), jika menyebar ke Wallacea dan Australasia-Papua pasti harus melalui Sulawesi.

Selasa, 11 Oktober 2022

BIOGEOGRAFI BABI SULAWESI (SUIDAE): KELOMPOK BABI SULAWESI TERTUA DI DUNIA DAN KEUNIKAN LAIN

Oleh: Fachry Nur Mallo
Gambar 1.  Foto Babyrousa sp.

Pengantar

Babyrousa merupakan salah satu hewan mamalia saya paling saya kagumi di Sulawesi, dan juga banyak ahli fauna mengagumi hewan ini. Kekaguman ini karena keunikannya yang sangat berbeda dengan kelompok babi lain. Terutama taringnya yang khas, sehingga membentuk sub famili sendiri.

Saya sering membaca di beberapa artikel dan mendengarkan cerita teman-teman berkecimpung di penelitian hewan tentang keunikan hewan ini, dan diduga merupakan hewan purba yang tersisa. Tetapi seluruh informasi tersebut hanya sekedar penjelasan tanpa menjelaskan rujukan literatur.

Sabtu, 06 Agustus 2022

FILOGENI DAN PENYEBARAN SOA-SOA LAYAR (Hydrosaurus): ENDEMISITAS SULAWESI YANG MENGAGUMKAN

Oleh: Fachry Nur Mallo
Foto 1.  Individu jantan Hydrosaurus celebensis di tepi sungai antara Desa Wawopada-Desa Kolaka (Morowali).
Pengantar
Soa-soa Layar merupakan reptilia yang paling saya kagumi di Sulawesi, karena bentuknya seperti hewan purba, dengan adanya sirip seperti layar di punggung dan bagian atas ekornya.
Saya mengenal pertama kali hewan ini saat membaca buku Ekologi Sulawesi karangan Whitten dkk.  Dalam buku tersebut dijelaskan hewan ini juga terdapat di Cagar Alam Morowali (Whitten dkk. 1987).  Saat saya bertugas di Kolonodale, selama lima tahun saya sering berkunjung ke Cagar Alam Morowali dan sekitarnya, tetapi tidak pernah menjumpai hewan ini.  Mungkin karena sangat sensitif dengan kehadiran manusia, sehingga sulit dijumpai.

Kamis, 07 Juli 2022

STATUS KEBERADAAN BENTET KELABU (Lanius schach) DI SULAWESI

 

Foto Lanius schach

Pendahuluan

Penyebaran Bentet Kelabu secara global meliputi selatan tengah Kazakhstan, Selatan Uzbekistan, timur Turkmenistan, Kyrgyzstan, Tajikistan, utara tengah dan timur Afghanistan dan Pakistan, India dan utara Sri Lanka, tengah, selatan dan tenggara China (termasuk Hainan), Taiwan, utara Vietnam (Tonkin dan Annam), Nepal, utara dan selatan Laos dan utara Thailand, mungkin selatan Myanmar (Tenasserim), selatan Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, tenggara dan timur laut Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Philippina (kecuali Palawan dan Sulu) dan, Kepulauan Sulu (Jolo), di selatan Philippina, timur Papua (del Hoyo et al. 2016).