Oleh: Fachry Nur Mallo1, Mahdar2 dan Moh. Ihsan Nur Mallo3
![]() |
| Gambar 1. Macrocephalon maleo sedang mengali sarang di tempat bertelur dibangun Bapak Hi. Sun (Sumber Foto: Mahdar) |
![]() |
| Gambar 1. Foto Macrocephalon maleo sedang mengali lubang sarang |
![]() |
| Gambar 1. Foto Babyrousa sp. |
Pengantar
Babyrousa merupakan salah satu hewan mamalia saya
paling saya kagumi di Sulawesi, dan juga banyak ahli fauna mengagumi hewan ini.
Kekaguman ini karena keunikannya yang sangat berbeda dengan kelompok babi lain.
Terutama taringnya yang khas, sehingga membentuk sub famili sendiri.
Saya sering membaca di beberapa artikel dan mendengarkan cerita teman-teman berkecimpung di penelitian hewan tentang keunikan hewan ini, dan diduga merupakan hewan purba yang tersisa. Tetapi seluruh informasi tersebut hanya sekedar penjelasan tanpa menjelaskan rujukan literatur.
![]() |
| Foto 1. Individu jantan Hydrosaurus celebensis di tepi sungai antara Desa Wawopada-Desa Kolaka (Morowali). |
| Foto Lanius schach |
Pendahuluan
Penyebaran Bentet Kelabu secara global meliputi selatan tengah Kazakhstan, Selatan Uzbekistan, timur Turkmenistan, Kyrgyzstan, Tajikistan, utara tengah dan timur Afghanistan dan Pakistan, India dan utara Sri Lanka, tengah, selatan dan tenggara China (termasuk Hainan), Taiwan, utara Vietnam (Tonkin dan Annam), Nepal, utara dan selatan Laos dan utara Thailand, mungkin selatan Myanmar (Tenasserim), selatan Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, tenggara dan timur laut Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Philippina (kecuali Palawan dan Sulu) dan, Kepulauan Sulu (Jolo), di selatan Philippina, timur Papua (del Hoyo et al. 2016).